Strategi Mengurus Izin Industri Rumah Tangga Pangan (PIRT)

sertipkp

PIRT atau izin industri rumah tangga pangan merupakan salah satu izin yang wajib dimiliki oleh produsen produk pangan. Izin PIRT dapat meningkatkan kepercayaan konsumen akan produk yang dikonsumsi. PIRT terkadang juga dibutuhkan apabila hendak mendistribusikan produk lebih jauh seperti pada toserba, supermarket, dan sejenisnya.

Pengurusan PIRT cukup memakan waktu dan dapat bervariasi dari satu wilayah dengan wilayah lainnya. Berdasarkan pengalaman penulis beberapa wilayah memang memiliki waktu pengurusan lebih cepat seperti di derah DKI Jakarta. Namun terdapat beberapa trik umum yang dapat digunakan untuk mempercepat proses.

Sebelum kita membahas tips & trik tersebut terdapat beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mengurus PIRT yakni terdapat beberapa jenis makanan yang tidak bisa didaftarkan izin PIRT dan harus langsung didaftarkan ke izin MD BPOM diantaranya,

1. Susu dan hasil olahannya;

2. Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang perlu proses penyimpanan beku;

3. Makanan kaleng;

4. Makanan bayi;

5. Minuman beralkohol;

6. AMDK (Air Minum Dalam Kemasan);

7. Makanan / Minuman yang wajib memenuhi persyaratan SNI;

8. Makanan / Minuman yang ditetapkan oleh Badan POM

Sehingga bila pembaca memproduksi produk pangan yang tercantum diatas maka harus langsung mengurus izin MD. Hal ini ditekankan kembali agar anda tidak perlu membuang waktu mengurus izin yang tidak seharusnya.

Produk yang memiliki khasiat juga tidak dapat didaftrakan untuk izin PIRT. Klaim pangan fungsional seperti klaim gizi, pengurangan risiko penyakit, dan lainnya hanya dapat dilakukan oleh produsen produk MD. Bila produk ternyata benar berkhasiat dan perlu diminum dengan aturan dan dosis tertentu, maka anda dapat mendaftarkan izin usaha kecil obat tradisional. Untuk wilayah DKI Jakarta informasi lebih lanjut dapat dilihat pada tautan berikut,

http://pelayanan.jakarta.go.id/site/detailperizinan/71

Persyaratan berkas yang diminta untuk pengurusan PIRT dapat bervariasi untuk setiap daerah. Informasi detail untuk persyaratan yang diminta dapat ditanyakan ke BPMPTSP wilayah setempat (Tingkat II). Sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta dapat diakses pada tautan berikut,

http://pelayanan.jakarta.go.id/site/detailperizinan/129

Namun secara umum terdapat beberapa kesamaan seperti fotokopi bukti kepemilikan bangunan tanah atau perjanjian kontrak,  Fotokopi HGB, dan berkas lainnya. Berkas – berkas tersebut dapat dilengkapi dalam waktu singkat sehingga tidak merupakan masalah yang berarti. Berkas persyaratan yang akan banyak memakan waktu anda ialah mengikuti penyuluhan keamanan pangan (PKP), menunggu hasil pengujian laboratorium, dan bila diperlukan surat keterangan usaha (di wilayah tertentu).

1.) Mengikuti penyuluhan keamanan pangan (PKP)

Penyuluhan keamanan pangan hanya berlangsung 1 – 2 hari kerja sehingga sebenarnya tidak banyak memakan waktu. Namun penyuluhan ini tidak selalu diadakan dan hanya dilaksanakan secara periodik atau pada waktu tertentu dan bahkan dalam kasus tertentu menunggu jumlah peserta hingga dianggap cukup. selain itu sertifikat tanda bukti keikutsertaan PKP tidak langsung terbit. Sertifikat dapat terbit hingga 1 bulan. Bila daerah anda tidak lekas menyelenggarakan PKP, PKP boleh diikuti di wilayah lain. sebagai contoh bila anda mengurus izin di Jakarta Barat anda boleh ikut penyuluhan di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Tangerang, atau dimana pun dalam wilayah NKRI.

2.) Uji Laboratorium

Pengurusan PIRT mempersyaratkan dokumen hasil uji laboratorium dengan parameter uji yang beragam untuk setiap daerah. Daerah A mungkin mempersyaratkan uji pengawet, pewarna, dan pemanis sedangkan daerah B mungkin hanya meminta uji mikrobiologis seperti angka lempeng total (ALT / TPC), Angka kapang khamir, bakteri pembentuk koli, dan lain – lain. Hasil uji ini keluar dalam waktu dua minggu atau lebih pada musim libur seperti lebaran.

3.) Surat keterangan usaha

Kecepatan penerbitan surat keterangan usaha memang bervariasi untuk setiap wilayah. Ada yang hanya satu hari hingga ada yang dua minggu. Daripada menunda pengurusan izin anda, bila daerah tempat anda berproduksi menuntut persyaratan surat keterangan usaha akan lebih baik segera diurus. Pengurusan dimulai dari meminta surat keterangan RT / RW dilanjutkan ke kelurahan setempat.

Melihat rentang waktu pengurusan diatas maka pengurusan izin dapat menjadi sangat lama. Sehingga tips dari penulis ialah melakukan pengurusan berkas keperluan izin secara simultan untuk ketiga poin tersebut dan melengkapi berkas selagi menunggu. Sehingga ketika semua persyaratan siap dapat langsung di-submit berkas – berkasnya ke BPMPTSP setempat.

Setelah submit berkas – berkas tersebut maka IRT anda akan berada dalam antrian untuk disurvey petugas PTSP bersama Dinas Kesehatan. Agar survey berjalan mulus terdapat beberapa hal yang perlu disiapkan yang bisa anda pelajari pada PerkaBPOM HK.03.1.23.04.12.2207 Tahun 2012 yang bisa di- downolad di sini. Biasanya anda akan dikabari 1 – 3 hari sebelum survey. Waktu tersebut dapat anda manfaatkan untuk memenuhi segala persyaratan.

Waktu tunggu survey ini bervariasi dari banyaknya antrian dan daerah. Bila anda beruntung dan di daerah yang kerjanya relatif cepat maka anda akan cepat disurvey dan sebaliknya. Sesudah survey berlangsung anda akan diberi lampiran hasil survey dan sesuatu yang harus anda perbaiki (umumnya selalu ada). Untuk mempercepat proses segera kirim foto atau bukti perbaikan lain yang diminta secepat mungkin atau bila perlu langsung besok paginya pukul 8.00 . Setelah semua perbaikan dianggap sesuai anda masih harus menunggu 12 atau 14 hari kerja sebelum izin anda terbit.  Kira – kira lama proses dari mulai mendaftar PKP hingga izin terbit dapat memakan waktu 1 – 2 bulan atau bahkan 3 bulan di daerah tertentu. Bila anda sedang mengejar waktu untuk momen – momen tertentu (eg. lebaran, natal, tahun baru imlek, dll) lakukan pengurusan lebih awal bila perlu 4 bulan sebelum waktu mulai jualan (1+4 = 5 Bulan).

Izin tersebut berlaku untuk 5 tahun dan perlu diperpanjang kembali. Sebagai informasi nomor PIRT juga merepresentasikan jenis produk dan bahan pengemas produk sehingga kemasan yang berbeda bahan bakunya seperti botol kaca dan plastik memiliki nomor yang berbeda. Pada wilayah tertentu contohnya Kota Administratif Jakarta Barat atau wilayah Jakarta secara umum, anda dapat mendaftarkan banyak produk sekaligus sehingga daftarkan semua produk, varian, atau bahan pengemas yang berbeda pada saat mendaftar. Hal ini dapat menghemat banyak waktu.

Demikian informasi yang dapat dibagikan bila ada yang kurang jelas dapat anda tanyakan pada kolom komentar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s